Manajemen Waktu Keluarga Bagian I

Manajemenm Waktu Keluarga
Manajemenm Waktu Keluarga

“Menjadi Tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan,” begitu kata bijak yang terpampang dalam sebuah iklan. Ya, diam namun pasti waktu terus bergulir memakan batang usia kita. Hingga akhirnya habis tak tersisa. Dalam perjalanan usia, dari bangun tidur hingga tidur lagi, kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan.

Waktu yang tersedia, meski sedetik jangan anggap sepele. Pilihan pilihan itu menetukan jalan hidup. Anda memilih tidur saat jam produktif, padahal ketika satu jam anda tidur, nun jauh disana tukang becak menjadi pahlawan bagi keluarganya. Seorang pemulung mendapatkan benda berharga yang mengubah jalur hidupnya dan anak istrinya atau bahkan lingkungan nya. Ada kilatan yang menginspirasi seorang pengarang pemula, yang melahirkan sebuah cerita pendek kelak mengorbitkannya dan membesarkan dirinya dari derita panjang. Saat yang sama, seorang pemimpin berpidato satu jam yang kelak memerdekakan negerinya. Saat anda memilih tidur, ada orang lain yang menjadi pahlawan.

Disebuah keluarga, meski anak anak keluar dari rahim yang sama.  Dikandung selama Sembilan bulan oleh Ibu yang sama, nasibnya tak sama. Padahal, semua anak memiliki waktu 60 menit perjam. Ibu bapak memberi kasih sayang sehari semalam 24 jam full. Tujuh hari dalam sepekan. Tetap saja garis hidupnya berbeda.

Juga di sekolah, memiliki kelas dan jam pelajaran yang sama. Guru yang itu itu juga dan buku yang judul dan pengarangnya sama. Disebuah kelas dengan 12 sampa 40 orang, nasibnya beda. Dan kelas itu, ada yang jadi pebisnis, politisi, karyawan atau ustadz. Ada yang sukses, bahkan gagal. Pendek kata, meski mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi dan keluarga sukses, tidak semua bernasib sama.

Sekali lagi, meski satu darah, nasib berbeda. Padahal kecenderungan dan bakat memiliki kesamaan. Mengapa demikian? Ternyata kuncinya adalah pada kepadaian mengatur waktu. Sebagian orang mengatur waktunya secara ketat dengan ibadah. Keluarga seperti ini biasanya mengatur waktu berdasarkan jam sholat, baik wajib maupun sunnah.

Dari keluarga atlit, mereka menyesuaikan dengan jadwal latihan. Secara garis besar mereka menyesuaikan dengan kompetensi yang berlangsung, entah itu kompetesi tarkam (antar kampung), nasional maupun internasional. Makan, mandim istirahat dan tidur sesuai dengan anjuran pelatih. Jadi tiada hari tanpa olahraga. Asupan terjaga dan tubuh mereka kekar dan sehat. Capaian capaiannya jelas dengan prestasi dan medali yang diraihnya.

Ada juga yang ketat dengan masalah pendidikan, mengatur sesuai dengan jadwal sekolah. Sesuai dengan jadwal ujian dan liburan. Bagaimana dengan keluarga pebisnis, petani dan kantoran. Semua itu memang pilihan pilihan dalam hidup. Bahkan ada juga yang sebaliknya, sebuah keluarga yang tidak menghargai waktu. Mereka menjalani begitu saja, tanpa perencanaan tanpa pola.

Rasulullah SAW menekankan atas urgensinya waktu dalam kehidupan ini. Dalam satu hadits yaitu  “Ada dua nikmat yang keduanya orang lalai, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari). Bersambung..


Penulis : Eman Mulyatman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel