Apakah Tasamuh Itu?

Tasamuh, dari segi kata artinya al-jud (kualitas), al-badzl (upaya), al-i'tha'(memberi), al-suhulah (spontan), al-yusr (kemudahan) dan al bu'd'an adh-dhaiq wa asy-syiddah (jauh dari kesempitan dan kekerasan). Ringkasnya tasamuh adalah interaksi dengan orang lain dengan penuh kemudahan, kelonggaran dan kerelaan, baik dalam suka maupun tidak suka. Sedang secara terminologis, artinya rasa tenggang rasa atau sikap menghargai dan menghormati terhadap sesama baik terhadap sesama muslim maupun non muslim, tidak hanya mementingkan diri sendiri, juga tidak memaksakan kehendak.

Apakah Tasamuh Itu?


Para ulama sepakat berpendapat bahwa tasamuh merupakan elemen penting ajaran islam. Al Qur'an mengajak umat manusia yang berbeda latar belakang ras, warna kulit, bahasa, dan agama agar hidup berdampingan dalam suasana penuh kedamaian dan tasamuh. Allah SWT menegaskan hal yang dilarang dan hal yang harus dibangun untuk mewujudkan tasamuh, sebagimana firman Allah yang artinya "Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim." (QS. Al Hujurat :11)

Bila terjadi pertikaian, perselisihan, dan permusuhan karena sebab-sebab tertentu, petunjuk Allah SWT kepada umat Islam agar bersikap toleran, memaafkan, yang buruk dibalas dengan yang baik, dan musuh bebututan menjadi teman bahkan sahabat selama yang diperselisihkan bukan sesuatu yang prinsipel dalam syariat. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (Q.S. Al Fushilat :34).

Ayat maupun hadist tentang Tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali dan banyak yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Salah satunya dalam hal bertetangga, sebagai mana sabdanya "Demi Dzat yang aku berada didalam kekauasan-Nya, tidaklah seorang beriman sehingga ia menyuaki tetangganya atau saudaranya sesuatu ia sukai buat dirinya sendiri" (HR. Muslim). Semoga bermanfaat. (Al Kisah)



Sumber gambar : ibrah.hafism.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel