Kematian, Pelajaran Berharga Untuk Kita

Pagi ini, sekitar pukul 10 pagi, ketika saya baru bangun dari tidur (bukan sengaja bangun siang, tetapi pagi pagi sudah bangun, akan tetapi tetapi sekitar jam 7 pagi saya tidur lagi karena merasa badan masih lelah karena malam harinya habis menyelesaikan banyak pekerjaan)

Terdengar suara samar samar dari kejauhan, terlebih efek bangun dari tidur jadi masih harus mengumpulkan nyawa, hehe. Ternyata suara tersebut berasal dari mushola dekat rumah. Awalnya saya pikir ada pengumuman kerja bakti, tetapi setelah di pikir-pikir lagi kerja bakti kenapa siang begini terlebih di hari kerja seperti ini. Lalu saya dengarkan dengan teliti setelah diulang kembali pengumuman nya, informasi tersebut mengenai orang yang meninggal dunia. 

Kematian, Pelajaran Berharga Untuk Kita
Kematian, Pelajaran Berharga Untuk Kita
"Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang kerahmatullah bapak fulan bin fulan." Orang yang meninggal adalah tetangga yang tidak jauh dari tempat tinggal saya. Satu jam kemudian, datang seorang bapak (yang juga masih tetangga) dengan mengendarai motor kerumah saya, sebutlah Pak Iskandar. Beliau menyampaikan ke saya untuk datang dan ikut menyolatkan orang yang meninggal tadi ba'da Dzuhur di musholah. Dengan sigap saya bilang iya Insya Allah saya akan datang.

Selama bulan Januari ini, kalau tidak salah ingat, sudah tiga kali saya ikut menyolatkan orang meninggal di musholah dekat rumah. Artinya dalam bulan ini berturut turut ada tetangga di sekitar tempat tingga saya di panggil oleh Allah SWT. Mulai dari yang sakit nya sudah lama maupun yang sakit sebentar lalu meninggal.

Lalu ba'da sholat jenazah, saya merenung. Mungkin saat ini beliau yang dipanggil, bisa saja 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu lagi atau 1 bulan lagi giliran saya yang harus dipanggil oleh Allah SWT. Bekal apa apa yang sudah saya siapkan untuk menghadap Allah? Ibadah saya masih sangat kurang, sholat wajib masih jarang tepat waktu dan sering tertinggal berjamaah di mushola, sholat sunnah pun apalagi masih suka bolong. 

Akhirnya, pelajaran berharga pun bisa saya dapatkan di penghujung akhir Januari 2015 ini. Saya ingin mengingatkan kepada pembaca umumnya dan khusunya untuk diri saya sendiri. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah. Terutama saat ini kita masih diberi waktu dan kesehatan, manfaatkan untuk terus beribadah kepada Allah, Untuk laki-laki khuisusnya, yukk dari sekarang dibiasakan sholat tepat waktu di mushola atau masjid terdekat dengan rumah, makmurkanlah rumah Allah tersebut. 

Jika punya harta yang lebih, sisihkan untuk bersedakah kepada orang yang membutuhkan atau berinfak ke musholah, saling membantu orang lain, dan jangan lupa lakukan semua itu tulus dan ikhlas karena mengharap ridho dari Allah SWT. Akhir kata, semoga kita semua diberi hidayah dan anugerah untuk istiqomah beribadah saat susah maupun senang dan mendapatkan kebahagian di dunia akhirat. Aamiin (AR)



Sumber gambar : cdn.ar.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel