Mengenal Khalifah Umar Bin Abdul Aziz (Bagian I)

Sejarah Islam telah memberikan contoh keteladanan seorang pemimpin besar yang hidup sederhana, pemimpin wilayah yang juga begitu besar. Khalifah yang memimpin muslimin yang wilayahnya membentang dari Asia hingga Eropa, dialah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. 

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

Sebelum di pimpin oleh Umar Bin Abdul Aziz, kondisi Kekhalifahan Umayyah di Damaskus, Suriah lebih mencerminkan kehidupan kerajaan, banyak kedzaliman, kemiskinan dan KKN di kalangan pemerintahan. Kehidupan keluarga khalifah begitu mewah, termasuk Umar Bin Abdul Aziz sendiri. Namun semuanya berubah setelah Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah muslimin.

Kezaliman hilang, keadilan merata, tidak ada lagi tempat bagi orang yang punya kepentingan pribadi, Kemiskinan tidak ada lagi ditemui diseluruh wilayah yang dipimpin, Kaum muslimin hidup berkecukupan, nyaman dan aman. Semua itu bisa dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, hanya 2 tahun lebih. Bagimana itu semua bisa terjadi?

Semua itu berawal dari penunjukan Umar Bin Abzul Aziz yang di tunjuk menjadi Khalifah Umayyah pada tahun 99 H tepatnya di Damaskus, Suriah. Saat itu wasiat mendiang Khalifah Sulaiman Bin Abdul Malik dibacakan. Bahwa pengganti khalifah adalah Umar Bin Abdul Aziz. Kegembiraan meluap dikalangan muslimin karena Umar Bin Abdul Aziz terkenal dekat dengan rakyat. Sebaliknya umar bin abdul aziz justru terkejut, seperti memanggul gunung dan ia tergulai lemas, bukan puji syukur yang ia ucapkan karena dapat kekuasaan, tetapi ucapan bela sungkawa yang keluar dari dirinya. 

Bagi Umar jabatan adalah musibah dan ujian yang harus dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah SWT. Maka yang dilakukan oleh khalifah setelah di Baiat oleh kaum muslim yang menurut dirinya sebgai musibah itu adalah perubahan besar besaran, dihari pertama memasuki istana, semua peraturan dirubah, penjagaan di perlonggar agar tidak ada batas antara dirinya dengan rakyat. Kemewahan istana pun dipangkas. Bahkan kemewahan kursi tahta khalifah yang selama itu dikenal dengan lambang kebesaran Kekhalifahan Umayyah di serahkan ke kas negara karena bisa membatasi dirinya dengan rakyat. Maka hilang sudah kemewahan Kekhalifahan Umayyah yang demikian mahsyur seantero dunia semenjak khalifah Umar Bin Abdul Aziz menjabat sebagai khalifah.

Disaat memulai kerjanya sebagai khalifah, perintah pertama yang diturunkan adalah mencopot Gubernur Gubernur yang zalim dan menggantinya dengan sosok yang cakap dan sholeh. Rakyat yang sebelumnya dizalimi pejabat, langsung di kembalikan seluruh hak haknya. Orang orang yang ditahan karena kezaliman penguasa sebelumnya, ia bebaskan. Ia begitu takut kepada Allah SWT. Jika masih ada orang yang mendekam dipenjara karena kelalaian pemimpin nya, sejarah mencatat maka semuanya dibebaskan oleh Umar Bin Abdul Aziz. 

Kini saatnya merubah hidup para pejabat, tidak ada yang hidup mewah dari negara. maka langkah yang ia harus lakukan adalah memulai dari dirinya sendiri. Ia sadar betul mengubah apapun tidak akan berhasil kecuali dimulai dari dirinya sendiri. Seluruh hartanya, uang, pakaian mewah, dan apapun yang menjadi miliknya dari jatah negara ia kembalikan kepada negara, sekalipun semua itu ia peroleh secara sah dari gaji dan tunjangan nya sebagai pejabat negara sebelum menjadi khalifah, semuanya diserahkan kebaitul maal  (perbendaharan negara)

Dari dirinya ia melangkah ke keluarganya, seluruh harta benda hartanya yang mewah dan perhiasan istrinya diperintahkan untuk diserahkn ke kas negara. Sebagai putri dari almarhum Khalifah Abdul Malik, sang istri Fatimah sempat kecewa kepada suaminya. Namun ketegasan Umar Bin Abdul Aziz membuat sang sitri tidak berbuat apa apa dan langsung menyerahkan seluruhnya ke perbendaharaan negara. Lalu khalifah Umar Bin Abdul Aziz mengeluarkan perintah yang sama untuk keluarga besarnya. Bukan apa apa khalifah Umar Bin Abdul Aziz sangat khawatir takut harta yang dimilikinya kelak menjerumuskan nya pada derita di akhirat nanti. Apalagi posisinya sebagai pemimpin, ia begitu takut saat ia merasakan kenikmatan dunia, disaat yang sama justru ada rakyatnya yang menderita karena kemiskinan, maka ditanggalkan nya semua harta pribadi keluarganya. Bersambung..





Sumber : Khalifah
Sumber gambar : cdn4.islampos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel