Siapakah Yang Disebut Yatim?

Secara bahasa, kata yatim berarti al fardhu (sendirian) dan segala sesuatu yang di tinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya. Ibnu Sikkith mengatakan "Kata 'yatim' untuk manusia yang karena ayahnya meninggal, sedangkan untuk binatang, kata 'yatim' digunakan untuk menyebut binatang yang kehilangan ibunya. Manusia yang kehilangan ibunya tidak bisa disebut dengan yatim."(Lisahul Arab, 12:645)

Anak Yatim
Anak Yatim

Secara istilah para ulama medefinisikan yatim sebagai berikut, "Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati bapaknya, ketika dia belum baligh. Berdasarkan hadist, "Tidak ada status yatim setelah ia mimpi basah." (Al Mausu'ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 45:254)

Hadist diatas diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Al Kabir, :4, dari sahabat Handzalah bin Hudzaim. Al Haitsami mengatakan dalam Majma' Az Zawaid, 4:266: perawinya tsiqah (terpercaya).

Sebuah hadist menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan seorang disebut yatim. Ibnu Abbas menjawab, "Dan kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, "Kapan terputusnya predikat yatim itu?" Sesungguhnya predikat yatim itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa."

Bersasarkan hadist tersebut kita telah mengetahui batasan mengenai anak yatim. Setelah mengetahui batasan tersebut, tentu saja kita hrus mengetahui hak hak yang harus diterima oleh anak yatim. Karena anak yatim sebenernya adalah bagian dari kita. Apabila kita tidak bisa memberikan hak untuk anak yatim, maka sesungguhnya hak hak anda juga tidak akan diberikan oleh Allah Dzat Yang Maha Kuasa.

Prof DR KH Achmad Satori Ismail, ada beberapa hak anak yatim yang harus dipenuhi oleh masyarkat yng ada di sekitarnya. Karena menurut syariat islam, ada beberapa kemuliaan apabila kita menyantuni anak yatim. Kemuliaan tersebut adalah sebagai berikut :

Pertama, berbuat baik dan menyantuni anak yatim merupakan amalan yang paling utama dan paling suci (QS.Al Baqarah ayat 177) Menurut agama islam, menyantuni anak yatim maka akan mndapatkan surga (QS.Al Insan ayat 8-22), sedangkan sebaliknya maka akan mendapatkan dosa besar (Hadist Bukhari dan Muslim)

Kedua, rumah yang paling baik disisi Allah adalah rumah ynag di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek jeleknya rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan. Allah dengan tegas akan mengancam orang yang memakan harta anak yatim. Dalam Al Qur'an Allah berfirman , "Sesungguhnya orang orang yang memakan harta anak yatim secar zalim, sebenarnya mereka akan menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk kedalam api neraka yang menyala nyala." (QS.An Nisa ayat 10).

Jadi sebaiknya apabila kita memilki saudara dan kondisinya sudah menjadi anak yatim, sebagai keluarga kita wajib menyantuninya dengan baik serta memuliakan nya, memenuhi kebutuhan nya baik ekonomi, sosial, pendidikan dan spiritualnya. (Eep Khunaefi El Yasini, Hidayah, 159 : 54-55)



Sumber gambar : melayukini.net


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel