Demi Mimpi, Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Bukan berarti demi cita-cita kita boleh bersikap egois, menentang keluarga, mengabaikan suami yang begitu sayang sampai sampai ia tidak mengizinkan kita pergi jauh darinya. Tetapi kita harus yakin selalu ada jalan bagi mereka yang punya cita cita dan impian.

Demi Mimpi, Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Demi Mimpi, Jangan Berhenti di Tengah Jalan

Pada Zaman dahulu, ada seorang pemuda yang tinggal di Kerajaan Wei, Cina. Namanya Yue Tangzi. Ia meiliki seorang istri yang berbudi luhur, yang sangat mencintai dan menghormati suami. Untuk mendukung cita cita di masa depan, sang istri mendorongnya menimba ilmu ke tempat yang jauh, berguru kepada ilmuan termahsyur pada zaman itu. Meskipun sangat merindukan suami, istri Yue Yangzi bersedia tinggal sendiri  dirumah, berkorban demi karir suaminya.

Suaru hari sang istri sedang menjahit kain untuk membuat baju. Tiba tiba terdengar ketukan di pintu. Ternyata itu Yue Yangzi. Istrinya terkejut, tentunya senang karena suami yang sangat dirindukannya sudah pulang. "Kenapa cepet sekali pulang?" Apa belajarnya sudah selesai?" tanya istrinya.

Belum, jawab Yue Yangzi. Aku pulang karena sangat rindu padamu. Sang istri merasa kecewa. Ia lalu mengambil gunting dan mencabik cabik kain kain yang sedang dikerjakannya. "Kalau sesuatu berhenti di tengah jalan, jadinya akan seperti kain ini. Kain hanya bisa digunakan kalau sudah jadi baju. Tapi kini potongan kain ini tak ada gunanya lagi selain jadi lap atau sampah, begitu pula dengan studimu.

Yue Yangzi terpana pada perkataan istrinya. Apa gunanya ilmu kalau tidak dipelajari sampai tuntas? Ia pun kemudian meninggalkan rumah dan melanjutkan belajarnya. Yue Yangzi tidak pernah pulang untuk menjenguk istri tercintanya hingga mendapat gelar pendidikan tertinggi tujuh tahun kemudian.

Sahabat, kisah ini mengajarkan kepaada kita betapa pentingnya komitmen dalam mencapai cita-cita. Godaan selalu siap menghadang kita tatkala ingin menggenapkan tujuan. Tapi haruskah berhenti ditengah jalan?

Banyak orang ingin mencapai suatu arah, tetapi urung meneruskan langkah. Misalnya anda ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Karena tak punya biaya, dicarilah tawaran beasiswa. Awalnya sangat semangat, tapi kemudian saat tahu ternyata persyaratannya berat. "Nilai TOEFL nya harus diatas 550. Waduuh...! "Alaaamak saingannya banyak" "Dia yang lebih pintar ternyata gagal," "Ngapain sekolah keluar negeri, kesempatan di dalam negeri juga masih banyak" "Ngapain studi jauh-jauh pulang tetap aja nganggur" "Ah males ninggalin kampung halaman disini sudah serba nyaman"

Banyak alasan untuk tidak jadi melangkah. Tidak yakin dengan apa yang ada di depan kita atau merasa berat meninggalkan apa yang ada dibelakang. Bila pun sudah berhasil melewati tantangan pertama, apakah cukup kuat untuk menghalau tantangan berikutnya?

Tentu bukan berarti demi cita-cita kita boleh bersikap egois, menentang keluarga, mengabaikan suami yang begitu sayang sampai sampai ia tidak mengizinkan kita pergi jauh darinya. Tetapi kita harus yakin selalu ada jalan bagi mereka yang punya cita cita dan impian. Banyak yang merasa berat meninggalkan keluarga demi cita-cita. Para istri yang suaminya bekerja merantau, terpaksa harus menahan kesepian di rumah. Tak jarang menelpon, "Bang, aku kangen, anak kita nanyain terus bapaknya, kok abang ngga pulang-pulang?" Persis sepert lirik lagu Bang Toyib, hehehe..

Jarang sekali zaman sekarang ditemui istri seperti istri Yue Yangzi. Meski sangat merindu, ditinggal sendirian, sedih dan kesepian, terus bertahan dan mendukung suami untuk menggapai keberhasilan. Toh kalau sudah berhasil dimasa depan, istri jugalah yang akan ikut merasakan bahagia bukan? Itulah pengorbanan. Berakit-rakit ke hulu, berenang renang ketepian.

Nah sahabat, bila keluarga atau pasangan kita terpaksa harus pergi jauh demi menggapai impian dan cita citanya, dukunglah. Dengan kata kata penyemangat, dengan doa yang tulus dan ikhlas. Semoga Allah selalu melindunginya saat kita tidak berada disampingnya. Iringi doa saat dia pergi menggapai impian dan sambutlah dengan kebahagiaan saat ia kembali meraih keberhasilan. Ucapan doa kita adalah kekuatan yang tak terhingga bagi orang-orang tercinta. Yang aka menjadi motivasi utama bagi mereka untuk meniti tangga impian tanpa harus berhenti ditengah jalan (Elie Mulyadi/Hidayah)

Jangan lupa tambahan akun sosial media FacebookLinkedinGoogle+ kami agar anda tetap terhubung dan mendapatkan update info artikel terbaru.


Gambar : skystorm27.blogspot.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel