Makanan Halal, Otak Cemerlang

Dalam kisah ini kita akan mengambil ibrah bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga diri dan keluarganya dalam hal mendapatkan nafkah yang nantinya akan menjadi makanan bagi keluarga. Allah SWT berfirman, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (QS.Al Baqarah : 172).

Makanan Halal, Otak Cemerlang
Makanan Halal, Otak Cemerlang

Rasulullah SAW menyebutkan, "Ada seorang laki laki yang melakukan perjalanan panjang, penampilannya kusut dan berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku...", padahal yang dia makan haram, minumnya haram, pakaian nya haram, lalu bagaimana mungkin doanya di kabulkan?" (HR Muslim).

Hadist ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa makanan yang halal adalah syarat pertama dan uatama untuk diterimanya ibadah dan doa. Sabahat Anas RA berkata, "Wahai Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah untuk menjadikan aku sebagai hamba yang diterima doanya." Rasulullah bersabda, "Wahai Anas, perbaikilah pencaharian mu, carilah kerja atau penghasilan yang halal. Sungguh laki-laki yang memasukkan sesuap makanan haram dalam perutnya tidak akan diterima selama 40 hari."

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa makan makanan halal, pasti menjadi baik kejiwaannya dan barang siapa makan makanan haram, kejiwaannya pasti jelek." Dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bersabda, "Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, neraka yang paling layak untuknya."

Kesungguhan setiap kepala keluarga dalam menjaga makanan untuk anak dan istri akan diberi balasan terbaik oleh Allah SWT., berupa akhalk yang terpuji, ketaatan kepada Allah, kecerdasan dalam menuntut ilmu, maupun kebaikan kebaikan lainnya. (Ust Moh.Choiruddin)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel