Stres? Obatilah Dengan Dzikir

Apabila tiap gerak kita dibarengi dengan Dzikir, kita akan tenang. Yang terbaik dari dzikir adalah apa yang diucapkan dan bisa merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Stres? Obatilah Dengan Dzikir
Stres? Obatilah Dengan Dzikir
Problem besar manusia modern dalam menghadapi hidup sekarang ini adalah stres, pekerjaan yang berat, rumah tangga yang kacau dan berantakan, ekonomi yang serba sulit dan kekurangan. Semua adalah contohnya. Tentu diluar sana masih banyak problema rumah tangga lainnya.

Efek stres yang ditimbulkan pun bisa bermacam-macam. Cemas, sedih, khawatir, frustasi dan sebagainya. Ketika perasaan negatif semacam ini terus muncul dan bertahan lama, lambat laun akan mengganggu keseharian kita, pekerjaan kita, tidur kita dan aktifitas kita yang lain. Tidak jarang banyak yang melarikan diri pada tindakan negatif saat efek stres bermunculan. Lalu bagaimanakah mengatasinya?

Hadapi Masalah, Tenangkah Hati
Masalah, tidak perlu ditinggal lari, tapi dihadapi. Berlari dan menghindar tidak akan mengantarkan kita pada keselamatan. Menghindari masalah dan kesulitan tidak akan memberi manfaat dan kebaikan sedikitpun. Justru, bisa jadi malah semakin gelisah dan menderita. 

Artinya, setipa manusia pasti menghadapi problem hidup. Akan tetapi jangan sampai problem tersebut didiamkan bahkan dilampiaskan dengan perbuatan yang tidak terpuji. Akal sehat harus tetap jalan dan yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Seperti firman Allah di dalam Al Qur'an, "Inna ma'al usri yusro". Bukankah Allah tidak akan membebani sesorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya?

Dalam laman terapi.dzikrulloh.org para ahli kesehatan badan dan jiwa serta psikotropis seperti dr.Leon J. Soul, dr.Yulius Hamien. dr.Abraham Mayerson setelah mendasar praktik dan pengalamannya, mengungkapkan bahwa sumber dari stress, depresi dan sejenisnya  adalah alam pikiran dan perasaan yang sedang labil negatif. Untuk menyembuhkannya yaitu dengan menciptakan ketenangan, kedamaian, penetralisiran alam pikiran dan perasaannya terlebih dahulu.

Berbagai terapi bisa saja dilakukan, tetapi mereka juga merekomendasikan psikotropis keagamaan (dzikir). Apalagi, menurut mereka, Al-Qur'an, hadist, memberikan tuntutan bagaimana agar dalam mengarungi kehidupan ini bebas dari rasa khawatir, cemas, tegang, stress maupun depresi diantaranya dengan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah sebagai Dzat Yang Maha Penyembuh.

Oleh karena itu. Prof.DR.dr.H.Dadang Hawari memandang dzikir dan doa merupakan terapi psikiatri, setingkat lebih tinggi dari psikoterapi biasa. Ini karena dzikir dan doa mengandung unsur spiritual keruhanian, keagamaan yang dapat membangkitkan harapan dan rasa percaya diri sesorang, yang pada akhirnya membuat sistem kekebalan tubuh dan kekuatan psikis meningkat. 

Bagaimana implementasi dzikir? Bisa dengan mengikuti majelis dzikir, bermunajat, membaca Al Qur'an, itikaf, bertahajud, membaca buku agama, mentaddaburi alam, bersyukur, dll. Ketauhilah, Allah SWT akan menjamin, apabila kita mau mengingat-Nya, maka hati kita akan tentram (QS. Ar-Ra'du:28). Sekarang tinggal kita, maukah kita melakukan itu? (Herry Munhanif)

Jangan lupa tambahan akun sosial media FacebookLinkedinGoogle+ kami agar anda tetap terhubung dan mendapatkan update info artikel terbaru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel