Sukses Berawal Dari Mimpi?

Banyak orang sukses yang mulai dari kondisi yang tidak semestinya. Baik keadaan ekonomi yang terpuruk, tidak adanya modal, tidak memiliki pendidikan yang tinggi, dan lain-lain. Tetapi kondisi itu tidak mematahkan semangat mereka untuk menggapai kecemerlangan dalam berusaha.

Menggapai Mimpi
Menggapai Mimpi
“Kuncinya dari itu semua adalah mimpi dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya” ujar H. Atho’illah kepada ratusan santri peserta Pelatihan Wirausaha bagi Pemuda Pondok Pesantren se-Karesidenan Pati, di Ponpes baru-baru ini.

Menurut Atho’illah, santri di Pesantren harus berani bermimpi untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses. Tidak hanya di bidang agama, namun di bidang-bidang lain seperti di bidang pemerintahan, sosial, ekonomi dan bisnis. Terbuktri telah banyak lulusan pesantren yang menjadi pejabat negara. Begitu juga dalam perekonomian. Banyak santri yang telah menjadi pengusaha sukses dan mampu menciptakan lapangan kerja dan membangun kesejahteraan masyarakat.

“Kuatnya sebuah negara, salah satunya adalah mempunyai sendiri perekonomian yang kuat. Para santri seharusnya mempunyai andil dalam membangun perekonomian bangsa”, kata Atho’illah menambahkan.

Dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis, lanjut dia, santri harus pula mempunyai motivasi untuk terus berkembang dan selalu bisa menangkap peluang yang ada. Tak mundur saat gagal, bahkan di saat kita tidak mempunyai uang lebih. “Sebagaimana yang dikemukakan oleh Robert T. Kyosaki, sikap dan jiwa harus mampu bersikap cerdas dan waras tanpa uang,"

Penghitungan yang cermat juga menjadi salah satu kiat dalam menjalankan usaha. Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran. “Inilah yang disebut dengan mental juragan. Bila kondisi tersebut adalah sebaliknya, maka mentalnya adalah buruh”, kata Atho’illah menjelaskan

Yang tidak kalah penting, beliau berpesan agar dalam menjalankan usaha harus dilandasi dengan jiwa dan budi yang luhur. Kejujuran, menurut dia, merupakan hal yang utama. “Sifat ini harus dipertahankan, utamanya oleh santri. Karena kita tahu bersama bahwa akhlakul karimah ini hampir hilang ditelan zaman” (Hidayah.co/Kemenag)

Jangan lupa tambahan akun sosial media FacebookLinkedinGoogle+ kami agar anda tetap terhubung dan mendapatkan update info artikel terbaru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel