Kemenag Tarik Buku LKS Pelecehan Sahabat Nabi

Sehubungan ditemukannya sejumlah buku mata pelajaran “Agama Islam” yang berisi hal-hal yang justru bertentangan dengan aliran Islam, dan beredarnya buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Madrasah Aliyah (MA) kelas X mapel SKI yang diterbitkan pihak swasta yang memicu reaksi keras masyarakat sebab ada indikasi pelecehan sahabat Nabi,  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menginstruksikan terhadap setiap kepala madrasah untuk tak menggunakan LKS tersebut di madrasah. 

“Menteri Agama menginstruksikan terhadap setiap kepala madrasah untuk tak mempergunakan LKS tersebut di madrasah,” demikian ditegaskan Menag Lukman Hakim Saifuddin melewati release Kementerian Agama, Minggu (29/03).

Buku LKS (ilustrasi)
Selain itu, Menteri Agama juga meminta supaya madrasah yang telah terlanjur mempunyai LKS tersebut sebab diperdagangkan oleh penerbit swasta, segera menariknya. “Madarasah juga wajib menolak apabila ada penawaran dari pihak penerbit,” jelasnya lagi. 

Menteri Agama LHS menambahkan bahwa pihaknya bakal segera menerbitkan  surat edaran tertulis mengenai instruksi ini dan mengirimkannya ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia pada Senin (30/03) besok.

Kepada  aparat penegak hukum, Menteri Agama berharap segera mengusut permasalahan tersebut dan membawanya ke proses hukum. Kementerian Agama semakin melakukan penelusuran dan pemantauan atas adanya upaya pihak-pihak untuk memasukkan paham-paham tertentu yang bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam Indonesia.

“Menteri Agama telah mengkomunikasikan faktor ini dengan Mendikbud, dan  bakal menempuh kebijakan yang sama untuk luar biasa buku-buku tersebut,” tegasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel