Ini Dia Mekanisme Alkohol Pengaruhi Tubuh Manusia

Alkohol adalah salah satu contoh zat yang mempunyai sifat sebagai khamr. Dimana khamr adalah segala sesuatu yang bersifat memabukkan dan mengacaukan pikiran dan hukumnya adalah haram (Al Ghazali: 2002). Faktor yang termasuk kedalam khamr ini tak hanya terbatas pada minuman beralkohol saja, tetapi bisa narkotika, dan segala faktor lain yang bersifat memabukkan yang bisa menutupi akal pikiran (Qardhawi: 2000).   

Efek mengonsumsi alcohol bagi tubuh dalam beberapa kondisi, sebagai berikut: pada kuantitas rendah alkohol bakal mengurangi ketegangan, melemaskan otot-otot, menurunkan refleks, dan juga mengurangi waktu reaksi dan koordinasi; konsumsi medium alkohol menyebabkan mengantuk dan perubahan suasana hati; konsumsi tinggi alkohol menyebabkan kesulitan bernapas, muntah, serangan panik, tak sadar, menyebabkan koma, dan kematian (Edy: 2009)

Metabolisme alkohol khususnya terjadi di dalam hati. Bila diminum dalam dosis rendah, alkohol dipecah oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi asetaldehida (hampir 95% etanol dalam tubuh bakal teroksidasi menjadi asetaldehid dan asetat, sedangkan 5% sisanya bakal dieksresi bersama urin). Enzim ini memperlukan seng (Zn) sebagai katalisator. Asetaldehida kemudian diubah menjadi asetil KoA, lagi-lagi oleh enzim dehidrogenase. Kedua reaksi ini memperlukan koenzim NAD. Ion H yang terbentuk diikat oleh NAD dan membentuk NADH. 
Alkohol Pengaruhi Tubuh Manusia
Alkohol Pengaruhi Tubuh Manusia
Asetil KoA kemudian memasuki siklus asam trikarboksilik (TCA), yang kemudian menghasilkan NADH, FADH2, dan GTP yang dipakai untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yaitu senyawa energi tinggi yang berperan sebagai cadangan energi yang bergerak di dalam sel. Tetapi bila alkohol yang diminum banyak, enzim dehidrogenase tak lumayan untuk memetabolisme seluruh alkohol menjadi asetaldehida. Sebagai penggantinya hati memakai sistem enzim lain yang dinamakan Microsomal Ethanol Oxidizng System (MEOS)(Alex: 2005). 

Menurut penelitian yang dilakukan para dokter di University of Illinois and Chicago (UIC) College of Medicine memakai scan otak MRI untuk meneliti berapa besar pengaruh alkohol dalam mempengaruhi otak, khususnya bagaimana alkohol mengurangi interaksi amygdala dan prefrontal cortex. Amigdala adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond dan adalah tahap otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan kepada reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga adalah tahap dari sistem syaraf yang mempengaruhi sudut kognitif. Sementara prefrontal cortex (PFC), anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain), berada di depan area motorik dan premotor, yang bertugas untuk mengambil keputusan dan mempertimbangkan hal-hal yang positif(Edy: 2009).   

Bila kita minum minuman yang beralkohol, jadi yang terjadi adalah tak saling berinteraksinya kedua sistem dalam otak. Amygdala dan prefrontal cortex mempunyai hubungan yang dinamis dan interaktif. Apabila kedua area ini dipisahkan, seperti saat mabuk berat, performa menilai dan merespon dengan cara layak kepada pesan non-verbal, semacam mudah marah, tersinggung dan tak bisa mengendalikan diri. Alkohol bakal terlarut dalam lipid yang memicu beberapa efek neurokimia, yaitu menambah aktivitas neurotransmiter semacam dopamine dan norepinefrin (Alex: 2005). Disinilah asetaldehida yang dihasilkan dari pembagian alkohol oleh enzim dehidrogenase, manakala berinteraksi kembali dengan alkohol bakal mempengaruhi kerja dopamine untuk menghasilkan senyawa yang menyebabkan kecanduan kepada alkohol (Alex: 2005).     

Demikianlah ilmu biokimia menjelaskan, bagaimana akibat kepada tubuh apabila mengonsumsi minuman beralkohol. Oleh sebab itu, tak ada yang lebih baik daripada mengonsumsi produk halal. Sebab produk halal, tidak hanya baik untuk kesehatan juga bakal berpengaruh baik pula kepada perilaku. (Lady Yulia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel