Dua Calon Wakil Wali Kota Banda Aceh Dites Baca Alquran

Dua calon wakil wali kota Banda Aceh menjalani tes membaca Alquran sebagai syarat untuk dipilih dalam pemilihan yang digelar 2 April 2015. Uji membaca Alquran dipusatkan di ruang sidang DPRK Banda Aceh, Senin, yang turut disaksikan para anggota dewan. Dua calon wakil wali kota yang menjalani uji membaca Alquran, yakni Zainal Arifin dari Partai Amanat Nasional (PAN) serta Ibnu Rusdi dari Partai SIRA, partai lokal di Aceh.

Pemilihan wakil wali kota Banda Aceh sisa masa jabatan 2012-2017 digelar untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Hj Illiza Saaduddin Djamal seusai yang bersangkutan dilantik menjadi Wali Kota Banda Aceh. Hj Illiza Saaduddin Djamal dilantik sebagai Wali Kota Banda Aceh menggantikan Mawardy Nurdin yang meninggal dunia pada Februari 2014. 

Ketua Pemilihan calon wali kota Banda Aceh Ramza Harli berbicara uji simak Alquran adalah syarat mutlak masing-masing calon. Apabila ada calon yang tak mampu, jadi pencalonannya dapat digugurkan. "Uji membaca Alquran ini dinilai oleh tim juri yang berkompeten, yakni dari majelis ulama serta Kementerian Agama Kantor Banda Aceh," kata Ramza Harli yang juga anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Gerindra.

Adapun materi penilaian, kata dia, meliputi akhlak (kehalusan membaca), tajwid alias kefasihan ucapan, serta kefasihan membaca. Kedua calon wajib sanggup meraih kualitas paling sedikit 50 poin. Apabila tidak, dapat dinyatakan gagal. "Sedang tim juri terdiri atas Tgk Burhanuddin, H Zulkarnaini, Tgk H Zulfikar, Tgk Syauki A Majid. Sedangkan hasil penilaian, kelak bakal disampaikan tim juri terhadap DPRK Banda Aceh," kata Ramza Harli.

Sebelumnya, dua calon wakil wali kota Banda Aceh, yakni Zainal Arifin serta Ibnu Rusdi menjalani tes kesehatan. Tes kesehatan dipusatkan di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Selain tes kesehatan serta uji simak Alquran, dua calon wakil wali kota Banda Aceh ini juga bakal memberi tau visi misi. Visi misi dijadwalkan 31 Maret 2015 serta pemilihan berjalan dalam sidang paripurna istimewa DPRK Banda Aceh pada 2 April 2015. (Hidayah.co/Antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel