Ini Dia Pengaruh DNA Babi Tehadap Tubuh Manusia

Ada satu pertanyaan yang menggelitik buat umat Islam, apa argumen yang bisa dicerna oleh akal kepada pengharaman daging babi serta unsur-unsurnya? Selama ini, analisis yang sering dikemukakan adalah sebab di dalam unsur babi tersedia potensi cacing pita yang bisa membahayakan tubuh manusia. Konon, bibit cacing pita tersebut bakal masih nasib walau dipanaskan dalam derajat tertentu.   

Kemudian, hal tersebut seakan dibantah oleh pakar teknologi pangan yang lain bahwa dengan teknologi tertentu, potensi cacing pita bakal hilang. Pertanyaan di atas hanya bisa dijawab, bahwa pengaharam unsur babi terkait dengan kualitas keimanan umat Islam atas perintah Allah SWT. Sifat dari pengharaman tersebut adalah “ta’abbudi” alias menjadi ketentuan yang wajib ditaati oleh manusia. Tanpa memperdebatkan lebih dalam dari kedua pandangan tersebut, dalam postingan ini bakal mencoba menelusuri bagaimana biokimia unsur babi mempengaruhi kepada tubuh manusia supaya kami terus yakin atas ketentuan Allah SWT.
Ini Dia Pengaruh DNA Babi Tehadap Tubuh Manusia
Ini Dia Pengaruh DNA Babi Tehadap Tubuh Manusia
Makanan yang mengandung unsur babi, adalah salah satu tipe makanan yang dilarang dalam Islam sebagaimana disebut dalam al-Qur’an : "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan haiwan yang disembelih disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa memakannya sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampau, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al-Baqarah ayat 173).   

Mengonsumsi makanan, bakal mempengaruhi pada perilaku, makanan halal bakal membentuk adab yang baik serta makanan tak halal bakal membentuk perilaku yang kurang baik bagi orang yang mengonsumsinya. Bagaimana ilmu biokimia membahas pengaruh DNA babi mempengaruhi tubuh manusia? Berikut sedikit ulasannya.   

Sistem biokimia babi hanya mengeluarkan 2% kandungan uric acid (C5H4N4O3), sisanya 98% bersarang di tubuhnya dimana ini adalah zat beracun. Artinya pada ekskresi babi hanya 2% zat buangan yang dikeluarkan namun 98% bakal masuk kembali kedalam metabolisme tubuh. Sedangkan pada manusia,  98%  dikeluarkan lewat urine, sisanya disimpan/dipecah lewat sistem metabolisme tubuh (Nicholson: 2011).  Jadi menurut ilmu biologi modern babi adalah inang tempat berkembang biak beragam parasit serta penyakit berbahaya (Danar: 2006).   

Menurut seorang peneliti dari Jerman: Dr. Murad Hoffman, bahwa virus-virus berbahaya bisa berkembang sangat cepat dengan media yang berasal dari DNA babi, bahkan sangat memungkinkan terjadinya mutasi genetik. Seperti yang terjadi pada virus Avian Influenza (AI) yang bisa menjadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 serta H2N1) tak bakal menular dengan cara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ÂșC, namun dalam tubuh babi, virus AI bisa melakukan mutasi serta  tingkat virulensinya bisa naik sampai menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 bisa menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong serta membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong) (Danar: 2006).   

Fakta lain yang lumayan mencengangkan, berdasarkan kajian genetik, bahwa DNA babi hampir sama dengan DNA manusia, hanya tak sama kurang lebih 3%. Ketika ada unsur babi didalam tubuh manusia, metabolisme tubuh serta sistem syaraf bakal dipengaruhi dengan kuat oleh DNA babi, akibatnya DNA babi bisa mempengaruhi DNA manusia (Nicholson: 2011). Demikianlah sedikit ulasan pendek mengenai pengaruh DNA babi tehadap tubuh manusia. Semoga bermanfaat. (Lady Yulia, Pelaksana Subdit Halal Diturais dan Binsyar Kemenag)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel