Nikah Siri Online Sah Secara Agama, Bermasalah Secara Sosial

Dirjen Bimas Islam, Machasin, berbicara bahwa nikah siri itu sah dengan cara agama, tapi berpersoalan dengan cara sosial. Faktor ini disampaikan Machasin saat menjadi narasumber dalam Talk-Show “Rehat Siang” di salah satu televisi swasta, Selasa (17/03).

Disinggung mengenai nikah siri online, Machasin membahas bahwa istilah itu mengandung dua arti yang butuh dicermati. Pertama, apakah yang online itu iklannya melewati media online serta pelaksanaannya diperbuat dengan cara sembunyi-sembunyi. Atau kedua, apakah keduanya, iklan maupun pelaksanaannya diperbuat dengan cara online.

“Kalau yang pertama, nikah siri online pasti saja hukumnya sama saja dengan nikah siri pada umumnya sebab dilakukan sesuai dengan ketentuan agama. Hukumnya sah, hanya saja bermasalah dengan cara sosial,” tegas Machasin. 

Nikah Siri Online
Nikah Siri Online

“Apabila tak bermasalah, kenapa wajib dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Nikah siri itu enak di depan tetapi susah di belakang,” tambahnya.

Tetapi, lanjut Machasin, apabila pelaksanaan nikahnya dilakukan dengan cara online, umpama melewati telepon, video, alias media yang lain, terbukti ada sebagian ulama yang membolehkan. “Tentu wajib ada kejelasan bahwa yang menikahkan serta yang dinikahkan betul-betul hadir dalam majelis online tersebut, serta syarat-syarat lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat sosial, Devi Rahmawati, berbicara bahwa nikah siri (online) adalah salah satu tanda adanya pergeseran kualitas dalam masyarakat. Dulu orang meperbuat nikah siri dengan cara sembunyi-sembunyi, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi info dijadikan sebagai salah satu media iklan yang manjur.

Lebih jauh Devi menegaskan, nikah siri, jelas memenyesalkan pihak perempuan. Dari hukum agama terbukti dianggap tak persoalan, tetapi dengan cara sosial, hukum, serta pemenuhan hak-hak perempuan serta anak menjadi persoalan yang serius.

Dalam pantauan kami selama agenda Talk-Show berjalan tak sedikit komentar dari pemirsa dengan cara interaktif yang menyebutkan ketidaksetujuannya atas perilaku nikah siri (online). Mereka sepakat bahwa nikah siri lebih tak sedikit madharatnya buat perempuan dari pada kegunaaannya. (Kemenag/Hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel