Pesantren dan Madrasah Jantung Umat Islam

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren, pada hakekatnya adalah jantung Islam Indonesia. Oleh karenanya, Kementrian Agama berupaya untuk terus mengembangkan program-program agar  pondok pesantren tetap terjaga dan terpelihara keberadannya.

“Kemenag akan terus menjaga agar pesantren tetap terjaga dan terpelihara,” demikian ditegaskan Menag saat memberi sambutan pada  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pondok pesantren Darur Rahman, Jakarta, Minggu (22/03). Hadir dalam kesempatan ini, Pengasuh Pesantren Darur Rahman KH Syukron Makmun,  Wakil Walikota Jakarta Selatan Dengan,  serta Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Mohsen As-Segaf.

Di hadapan ribuan santri Pesantren Darur Rahman, Menag menjelaskan bahwa selama 5 tahun periode pemerintahan ke depan, Kementrian Agama berkomitmen untuk melahirkan 10.000 santri penghafal Al-Quran. “Jadi setiap tahun kita memiliki target, ada setidaknya 2.000 hafis yang bisa dilahirkan dalam rangka bagaimana agar nilai-nilai Islam itu tetap bisa disebarluaskan,” katanya.

Pesantren dan Madrasah Jantung Umat Islam
Pesantren dan Madrasah Jantung Umat Islam
Selain itu, Kemenag juga mencanangkan program 5.000 doktor, di mana setiap tahun diharapkan akan terlahir 1.000 doktor.

Menag mengaku bersyukur dengan kondisi saat ini di mana pengembangan pondok pesantren  tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama saja, tetapi juga kementerian-kementerian yang lain. Menurutnya, banyak kementerian yang saat ini juga memiliki program-program yang secara langsung maupun tidak langsung bersentuhan dengan pondok pesantren. Sebagai contoh, Menag menyebut  Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan beberapa kementerian lainnya. “Itu juga memiliki program-program karena kami terus koordinasi terkait dengan implementasi dalam pelaksanan program-program tersebut,” tambahnya.

“Kami di Kementrian Agama juga akan terus berupaya mengembangkan pondok pesantren di Indonesia agar bisa tetap lestari sebagai  sebuah lembaga pendidikan keagamaan,” tutupnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel