Penyebarluasan Paham Radikal Mesti Dicegah

Paham keagamaan setiap orang wajib dihormati. Namun, penyebarluasan paham yang jelas mengganggu bahkan merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa serta bernegara, jadi paham semacam itu wajib dicegah serta dilarang. Penegasan ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat dimintai tanggapannya terkait keleluasaan seseorang untuk menganut keyakinan serta paham keagamaan, Jakarta, Rabu (01/04).

“Jadi kalau ada paham yang berbicara bahwa demokrasi merupakan sesuatu yang wajib ditolak,  ada paham yang menyebarluaskan bahwa menghormati bendera alias menyanyikan lagu Indonesia Raya merupakan haram, jadi dalam konteks Indonesia paham semacam itu tak boleh berkembang di Tanah Air,” tegas Menteri Agama. “Apalagi mengatasnamakan agama, itu lebih salah lagi. Sebab agama, apalagi Islam, sama sekali tak mengajarkan paham-paham semacam itu,” tambahnya.


Selain itu, paham yang tak sekedar membolehkan, bahkan menyuruh alias mendorong seseorang untuk membunuh pihak lain yang tak sama paham dengannya,paham semacam ini dalam konteks Indonesia juga tak diperbolehkan sebab paham mayoritas umat Islam Indonesia bukan semacam itu. Menurut Menteri Agama, perilaku radikal bukan bagian dari Islam. Karenanya, masyarakat wajib memperoleh pemahaman yang lumayan bahwa mereka-mereka yang mengatasnamakan Islam sebagai alat untuk melegalkan perbuatan radikalnya, wajib diwaspadai. Sebab, lanjut Menteri Agama, Islam bukanlah agama yang mentolelir perilaku-perilaku semacam itu. 

“Menurut saya, sangat tak terpuji mereka-mereka yang mentolelir, bahkan menyebarluaskan paham kekerasan lalu kemudian mengatasnamakan agama. Itu juga sesuatu yang wajib dihindari,” terangnya. Menteri Agama berharap masyarakat  dapat lebih waspada serta berhati-hati dalam mengakses info dari manapun sumbernya. “Kalau info itu menyebarluaskan paham-paham yang tak sejalan dengan paham mayoritas bangsa ini, jadi itu wajib kami tolak. Apalagi hingga mengundang melakukan tindakan-tindakan kekerasan,” tandasnya. (Kemenag/Hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel