Islamic Centre Bekasi, Oase Islam di Pusat Kota

Islamic Centre kota Bekasi terletak di pusat bisnis daerah penyangga Ibu Kota, tepatnya di jalan Ahmad Yani, Nomor 22, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pusat dakwah Islam yang didirikan 25 tahun yang lalu itu dibuat saat kota Bekasi masih bagian dari pemerintahan kabupaten Bekasi, atas usulan tokoh pahlawan nasional, KH. Noer Ali terhadap Bupati Bekasi, Suko Martono. Islamic Centre yang dibuat dengan anggaran kurang lebih Rp 8,3 Milyar ini mempunyai beragam fasilitas. Tidak hanya Masjid Nurul Islam yang diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan kapasitas  900 orang jamaah, kawasan Islami ini juga mempunyai gedung pertemuan dua lantai berukuran 1.100 orang. Tidak hanya itu, kawasan pusat dakwah Islam dengan total area seluas 3,6 hektar ini juga mempunyai asrama dengan 70 kamar tidur, perpustakaan untuk umum yang memadai, area manasik haji, ruang terbuka hijau, serta sebagainya.   

Berada di jantung kota Bekasi yang sangat sibuk, Islamic Center ini dikelilingi sejumlah pusat perbelanjaan ternama, sejumlah hotel berbintang, gedung olah raga, stasiun kereta api, sampai kantor pemerintahan. Tidak ayal, kawasan yang dibuat dengan dana sumbangan masyarakat ini ibarat oase di tengah rutinintas kaum urban yang sibuk. Islamic Centre Bekasi adalah salah satu pusat dakwah Islam dengan kegiatan paling ramai di daerah perkotaan. Tidak hanya kegiatan selalu semacam shalat lima waktu, shalat Jumat, tarawih, serta shalat hari raya, sejumlah gedung di Islamic Centre ini juga tidak jarang dimanfaatkan untuk kegiatan lain semacam tabligh akbar, seminar, rapat ormas Islam, diklat instansi pemerintah, sampai resepsi pernikahan. 

Islamic Centre Bekasi, Oase Islam di Pusat Kota
Islamic Centre Bekasi, Oase Islam di Pusat Kota
Tidak hanya itu, ruangan dalam kawasan Islamic Centre ini juga pernah dipakai untuk penyelenggaraan seleksi calon karyawan perusahaan swasta, penginapan atlet tingkat daerah,hingga menjadi tempat transit sejumlah tenaga kerja Indonesia diluar negeri. Hasil sewa sejumlah gedung tersebut itulah yang dipakai untuk membiayai operasional kawasan dakwah yang bersebelahan dengan saluran Kalimalang ini. Dengan cara rutin, Islamic Centre Bekasi juga menyelenggarakan beberapa kegiatan dakwah Islam, baik yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam sebagai pengelola, maupun kegiatan dakwah yang diselenggarakan oleh MUI, ICMI, BKMT, serta sebagainya. 

Sedangkan dalam Bidang penelitian, pengkajian serta pengembangan dakwah, Islamic Centre Bekasi mengadakan kegiatan berupa Mudzakaroh Ulama, remaja serta wanita, studi keislaman, Konsultasi keluarga Muslim, kepustakaan, serta seterusnya.   Saat ini, pengelola Islamic Centre Bekasi tengah membangun gedung baru untuk menambah pelayanan terhadap umat. Diharapkan, pengelolaan Islamic Centre yang profesional semacam ini menginspirasi pengelolaan kawasan serupa di daerah lainnya di Indonesia. (Bimasislam/Hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel