6 Perkara Yang Dirahasiakan Allah

Umar bin Khattab mengungkapkan, ada enam perkara yang dirahasiakan Allah SWT terhadap hamba-Nya. Tentu, ada alasannya, antara lain, supaya hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam memperoleh rahasia tersebut.

Pertama, Allah merahasiakan ridha-Nya di balik ketaatan hamba-Nya. Faktor tersebut dimaksudkan supaya hamba-Nya bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada-Nya. Dengan begitu, mereka tidak mengesampingkan ketaatan mesikipun tampaknya sederhana.

Sebab, boleh di balik ketaatan yang tampaknya sederhana itulah tersedia ridha-Nya. Kedua, Allah merahasiakan murka-Nya terhadap hamba-Nya yang "berani" melakukan kemaksiatan. Ini berfungsi supaya hamba-Nya itu bersungguh-sunguh menjauhi kemaksiatan.


Dengan begitu, hamba-Nya tidak bakal menyepelekan kemaksiatan dalam segala bentuknya kendati tampaknya sederhana. Sebab, boleh sehingga di balik kemaksiatan yang tampaknya sederhana itulah tersedia murka-Nya.

Ketiga, Allah merahasiakan kapan datangnya malam kemuliaan alias Lailatul Qadar. Tujuannya, supaya hamba-Nya bersungguh-sungguh beribadat sepanjang bulan suci Ramadhan. Semacam dijelaskan dalam firman-Nya, Lailatul Qadar itu lebih baik dibandingkan seribu bulan.

Allah berfirman, "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS al-Qadr [97]: 3). Ambil contoh, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Rasulullah SAW, pahala (amalan) sunah di dalamnya ditingkatkan menjadi setara dengan pahala (amalan) wajib.

Keempat, Allah merahasiakan wali-Nya terhadap hamba-Nya. Faktor tersebut dimaksudkan supaya hamba-Nya tidak merendahkan derajatnya. Tidak hanya itu, supaya hamba-Nya tidak meminta didoakan oleh mereka. Jadi, hamba tersebut tidak meremehkan mereka.

Sebab, boleh jadi orang yang diremehkan itu adalah wali-Nya. Kelima, Allah merahasiakan datangnya ajal di balik umur hamba-Nya. Maksudnya supaya seorang hamba mempersiapkan diri dengan baik sepanjang hayatnya untuk menyambut kedatangan ajalnya.

Sebab, sejatinya kematian itu dapat datang dengan cara tiba-tiba. Sedangkan, yang keenam, Allah merahasiakan datangnya waktu shalat Wustha. Faktor tersebut dimaksudkan supaya hamba-Nya bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya.

Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, shalat Wustha adalah shalat paling mutlak di antara shalat lima waktu. Allah berfirman, "Peliharalah segala shalat (kalian) serta (peliharalah pula) shalat Wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyuk.’" (QS al-Baqarah [2]: 238).

Ada yang berpendapat, yang dimaksud shalat Wustha (shalat yang di tengah-tengah) adalah shalat Ashar. Tetapi, yang tahu persis hanya Allah. Tidak hanya merahasiakan enam perkara tersebut, Allah juga merahasiakan saat paling mustajab pada Jumat.

Hamba-Nya yang berdoa cocok pada saat paling mustajab itu tentu bakal dikabulkan oleh-Nya. Dengan begitu, hamba-Nya bakal bersungguh-sungguh mendapatkannya sepanjang Jumat. Ada yang menganggap saat paling mustajab pada Jumat adalah waktu Ashar. Bakal tetapi, yang tahu persis hanya Allah. Wallahu ‘alam.

Oleh Mahmud Yunus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel