Hakikat Sholat

Hakekat sholat  yang kita lakukan sehari-hari itu terkaedah dan tertulis di dalam AlQur’an,dan juga di dalam Hadits Nabi Muhammad SAW. Bahkan ketika Rosulullah SAW di Isro’ Mi’rajkan, diperintahkan Allah SWT untuk mendirikan sholat sehari semalam sebanyak lima puluh kali, sampai akhirnya sholat dikerjakan lima kali dalam sehari semalam.

Kalau Rosulullah diakui Allah sebagai hamba-Nya, namun manusia itu mengaku-ngaku sebagai hambanya Allah SWT. Itulah bedanya antara kiti manusia dengan Rosulullah SAW.

Kalau kita mengaku sehingga hamba Alloh, kalau kita mau diakui hamba Allah, jadi kita kembali ke AlQur’an dan Hadits Nabi, dan kembali ke sholat. Sesungguh-sungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku ini semuanya pasrah milik Allah SWT. Jangankan jasad yang menempel di badan ini, sejenak kita tak punya jasad, makanya dalam kaidah abduh itu kita semuanya sama di mata Alloh, namun kalau kita belum pasrah berarti hakekat sholat tetap belum dikatakan itu sholatku, itu ibadahku, kata Alloh, kaedah sholat itu Lillahi Robbil A’lamin ketika Allohu Akbar,


Ketika kami sholat, jadi hilanglah semuanya bakal kedunian kita, namun yang ada hanyalah kita sedang menghadap Allah dan beribadah kepada-Nya, sebab semua yang memberikan kontribusi di dunia ini semuanya merupakan Allah Subhanahu Wataala.

Hakekat sholat kita jaga, sebab dengan sesungguhnya hakekat sholat kita jaga untuk bekal menjadi hamba Alloh.SWT. Hamba yang soleh merupakan hamba yang rutin mengedepankan Lillahi Robbil A’lamin – Lillahi Taala. Hakekat sholat semuanya hanya  Alloh yang memberikan kita  semuanya. Modal sholat hanya niat yaitu  “ Nawaitu Lillahi Taala “.

Dan orang yang baik orang yang tahu berapa amal kami terhadap Allah SWT, Insya Allah berkah bimbingan orangtua kita, jadi kita menjadi orang yang soleh soleha, Amin Amin Amin.

Kita semuanya mudah-mudahan menjadi abduh, hamba Allah yang tergolong dalam surat Al-Isra, yang sangatlah nantinya diakui oleh Allah SWT,  dengan menjalankan sholat lima waktu sehari semalam. Sebab amal ibadah yang pertama kali dihisap merupakan sholat, sesuai dengan Hadits Rosulullah SAW.  Kalau sholatnya baik dan benar, jadi baik dan benarlah semua amal ibadahnya, sebaliknya kalu sholatnya rusak, jadi rusaklah semua amal ibadahnya, merugilah bagi mereka yang tak sholat. (Dr. Hj. Soimah)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel