Hati, Salah Satu Inti Kekuatan Islam

Hati adalah salah satu inti dari kekuatan Islam. Hati adalah inti kekuatan agama, dirinya rutin menebar kebajikan. Dan, dari awal berdirinya pada 1990, Yayasan Daarut Tauhid, di dalam menebarkan serta memperjuangkan nilai kehidupan, baik beragama, keagamaan,  ekonomi serta lain sebagainya, rutin hati yang disentuh. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama, saat memberikan Tausiyah pada Agenda Milad ke-16, Yayasan Daarut Tauhid, di Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6) malam.

Menteri Agama melihat, apa yang dilakukan oleh Daarut Tauhid, baik dalam agama, sosial, ekonomi serta lain sebagainya, sanggup menebar maslahah serta kegunaaan bagi masyarakat banyak. “Inilah, sesungguhnya kekuatan kita. Sebuah Nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil “alamin, yang rutin menebarkan manfaat, yang moderat, terbuka, toleran serta tak ekstrim. Sesuatu yang sangat diperlukan bangsa ini, sebab apa pun alasannya, bangsa kita, adalah bangsa yang plural,” ucap Menteri Agama.


“Kita adalah masyarakat yang majemuk. Dan, tugas negara adalah melindungi serta mengayomi seluruh warga negaranya. Perbedaan itulah yang menyatukan kami sebenarnya, bukan sebaliknya,” tambah Menag. Menurut Menag, perbedaan adalah sebuah sunnatullah. Karena, dapat saja Allah SWT menciptakan manusia itu seragam, tetapi Allah menciptakan manusia dengan macam suku serta ragam bahasa.

“Hal ini, supaya kami dapat saling bekerjasama, berbagi, melengkapi serta menyempurnakan. Inilah ujian kita, untuk rutin berlomba untuk berbuat baik serta memberi kegunaaan bagi yang lainnya,” kata Menteri Agama. Dikatakan Menag, kami nasib dengan beberapa macam suku, di sinilah kami dituntut untuk lita’arrofu, untuk saling mengenali, di mana, di sinilah sebenarnya, tingkat derajat kearifan tertentu kita, diuji.

Menag menyayangkan, sebagian dari umat Islam, sebab sebuah hal, mereduksi makna Jihad serta menebar paham hitam putih yang pada hakekatnya tak lebih sesuai dengan pribadi serta hakekat orisinil Bangsa Indonesia. Yayasan Daarut Tauhid Jakarta ini adalah cabang Daarut Tauhid Bandung yang diasuh oleh KH Abdullah Gymnastiar (A’a Gym). Dalam uraiannya, A’a Gym menyatakan, bahwa apa yang dialami oleh diri serta yayasan yang dipimpinnya, adalah sebuah perjalanan spiritual yang semuanya mengarah ke kebaikan.

“Banyak ujian yang kami terima. Namun, semuanya demi kebaikan kami semua. Alhamdulillah, Daartu Tauhid saat ini terus baik. Kuncinya adalah, jangan ada Illah yang lain, kecuali Allah SWT. Dulu, tak sedikit Illah, ada yang namanya popularitas, kekayaan, kehormatan serta lain sebagainya. Kini, kami mencoba untuk hanya ada satu Illah, yakni Allah SWT,” ujarnya. “Kita wajib belajar untuk menghapus cinta dunia, apabila telah dapat, jadi InsyaAllah, dunia bakal ikut kita” terang penceramah Kondang yang punya nada serta suara khas ini. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel