Pariwisata Halal Nasional

Meski berfungsi untuk menarik wisatawan Muslim dari luar negeri, pariwisata halal nasional diminta tak meninggalkan potensi wisatawan lokal. Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menilai, industri pariwisata halal tak seharusnya melalaikan wisatawan nusantara sebab potensinya juga besar.  Pada 2014 saja tercatat ada 251 juta perjalanan wisatawan nusantara.

"Kerena itu, perbanyaklah penerbangan-penerbangan terjangkau langsung ke daerah alias promo-promo menuju destinasi yang belum terkenal," kata Asnawi dalam forum diskusi pariwisata syariah serta gaya nasib halal di Jakarta, berbagai waktu lalu. Hal tersebut, kata dia, bakal menghidupkan ekonomi daerah serta membikin masyarakat makin mengetahui tujuan wisata lain.


Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengungkapkan, Indonesia merupakan pasar yang luar biasa untuk asing. Sebab itu, kata dia, seharusnya wisatawan lokal pun diperhatikan. Pada 2013 ada 250 juta perjalanan wisatawan domestik. Pertumbuhannya diinginkan dapat mencapai 8,87 persen dalam lima tahun mendatang. "Meskipun, Indonesia wajib mengejar sebab negara-negara ASEAN telah mengawali duluan," ungkap Esthy.

Indonesia mempunyai 11 hotel syariah serta 25 hotel yang mempunyai restoran halal, sementara Malaysia punya 336 serta Thailand kurang lebih 100 hotel. Pangsa pasar wisata syariah Malaysia telah 24 persen, Singapura 25 persen, serta Thailand 17 persen.

Direktur Ogilvy Public Realtions Rizanto Binol mengungkapkan, untuk masyarakat Indonesia, kehidupan berbhineka tunggal ika dapat ditonjolkan untuk memikat mereka. Sebab, apabila penduduk yang telah mayoritas Muslim dijejali lagi dengan label Islam, ia menilai tak lebih menjual. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel