Pemuda Islam Harus Siap Hadapi MEA 2015

Salah satu tantangan sekaligus peluang yang dihadapi generasi muda Indonesia merupakan segera dibukanya kran ASEAN Economic Community 2015. Indonesia serta Negara-negara di Asia Tenggara bakal membentuk suatu  kawasan terintegrasi yang dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Faktor ini sekaligus bakal menjadi tantangan bagi generasi muda Muslim di Indonesia sebagai angkatan kerja produktif. Oleh sebab itu generasi muda Muslim wajib mempunyai keunggulan dalam bersaing dengan angkatan kerja dari negara-negara ASEAN lainnya.

Demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, saat memberbagi sambutan mewakili Menteri Agama pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ramadhan yang digelar oleh Badan Koordinasi Pemuda serta Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (26/06).

Ilustrasi - Pemuda Islam (Ihima)
Menghadapi tantangan tersebut, dengan cara khusus mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo ini beramanat  terhadap pemuda Muslim di Indonesia untuk menambah nilai serta profesionalisme yang dibutuhkan oleh dunia industri di tengah persaingan yang bakal terus ketat pasca dibukanya MEA.

“Menghadapi MEA, saudara-saudara bakal bersaing dengan angkatan kerja dari Malaysia, Singapura, Thailand, serta seterusnya. Untuk sanggup bersaing dengan mereka, ayo lanjutkan studi anda hingga menggapai profesionalisme yang dibutuhkan Indonesia serta Negara-negara di kawasan MEA.” ujarnya.

Dalam peluang itu, Amin juga mengundang para pemuda Muslim untuk menebarkan paham sosial keagamaan yang ramah. Dikatakan Amin, sekarang Indonesia mempunyai 3,6 juta santri yang sangat potensial untuk menebarkan ajaran-ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Menurutnya, pembinaan umat yang menghargai keragaman merupakan modal bagi kokohnya persatuan serta kesatuan bangsa. “Dengan demikian, stigma radikalisme serta terorisme wajib sangatlah dibuang dari percakapan Islam di Indonesia” tegas Amin.

MTQ Ramadhan tingkat nasional yang pertama kali digelar BKPRMI ini bakal berjalan hingga 28 Juni 2015. Perhelatan akbar ini diikuti oleh peserta dari perwakilan BKPRMI di seluruh Indonesia. Tiga peserta paling baik dalam perlombaan membaca Qur’an ini bakal mewakili Indonesia dalam Ajang Majlis Tilawah Al-Quran Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam  (DMDI) di Malaysia pada 29 Juni hingga 4 Juli 2015 mendatang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel