Ummu Mahjan, Penyapu Masjid Rasulullah SAW

Sebutan marbot telah tak asing lagi bagi jamaah masjid. Marbot merupakan istilah yang diberikan terhadap sesorang yang bertanggung jawab mengurus kebersihan di lingkungan masjid. Walau terkadang dipandang sebelah mata, petugas kebersihan masjid ini mempunyai cerita yang tak dapat disepelekan. Bagaimana tidak, Rasulullah SAW merupakan sosok yang sangat menghormati petugas kebersihan masjid.

Tentunya apresiasi dari Rasulullah SAW inilah yang dapat menumbuhkan semangat para marbot untuk semakin semangat membersihkan masjid. Sehingga, bekerja sebagai petugas masjid tak butuh rendah diri sebab Rasulullah SAW sangat cinta serta menghormati orang yang bekerja sebagai petugas kebersihan masjid. Syahdan, ada seorang wanita tua berkulit legam. Namanya tak populer di kalangan sahabat. Berbagai ulama pakar sejarah juga tak mengenal persis nama aslinya. Ia lebih dikenal dengan panggilan Ummu Mahjan.

Ia pun bukan sahabiyah yang ikut terjun ke medang jihad alias menghafal ribuan hadis. Amalannya sederhana, mengumpulkan daun yang jatuh di kurang lebih masjid. Lalu ia bersihkan serta membuangnya ke tempat sampah. Ia melakukan pekerjaan yang sama dari hari ke hari. Amalannya istiqamah walau dianggap kecil. Perbuatan kecil itu bernilai besar di mata Rasulullah SAW. Ummu Mahjan memperoleh perhatian yang spesial dari Rasulullah SAW. Rasululullah dengan cara khusus mendoakan Ummu Mahjan yang telah meninggal. Siapa yang tak ingin didoakan Rasulullah yang tentu dijabah oleh Allah SWT.

Ilustrasi - Masjid
Seperti dikisahkan dalam buku 100 Muslim Terhebat Sepanjang Masa, Rasulullah SAW pernah menegur para sahabatnya ketika mendengar Ummu Mahjan meninggal. Pastinya yang membikin Rasulullah SAW menegur para sahabat bukan perkara meninggalnya Ummu Mahjan. Marahnya Rasulullah SAW sebab tak diberi tahu oleh para sahabatnya atas meninggalnya Ummu Mahjan.

Begitu istimewanya Ummu Mahjan di mata Rasulullah hingga-sampai kekasih Allah SWT itu menegur para sahabatnya untuk persoalan yang tak ada kaitannya dengan akidah alias ahlak. Teguran Nabi Muhammad SAW terhadap para sahabatnya itu dikisahkan dalam hadis Abu Hurairah RA bahwasanya ada sorang wanita berkulit hitam yang biasanya membersihkan masjid. Ketika Rasulullah merasa kehilangan wanita tersebut. Lalu Beliau SAW bertanya terhadap para sahabat, yang kemudian menjawab, "Ia telah wafat, ya Rasulullah SAW." 

Mendengar jawaban dari salah satu sahabatnya itu Rasulullah berkata, "Mengapa anda tak mengumumkan kepadaku?" Saat itu para sahabat tak memandang Ummu Mahjan sebagai sosok yang penting. Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Tunjukkan kepadaku di mana kuburannya!" Lalu para sahabat bergegas menunjukkan kuburannya terhadap Rasulullah SAW. Seusai hingga di makamnya kemudian Rasulullah mendoakan Ummu Mahjan. 

Ummu Mahjan sendiri tak mempunyai harta berupa keturunan serta benda berupa kekayaan. Ummu Mahjan juga merupakan seorang wanita yang telah lanjut usia, tetapi semangat serta kecintaannya terhadap kebersihan masjid patut dijadikan contoh. Meski telah memasuki usia renta, Ummu Mahjan menyadari dirinya tetap punya kewajiban terhadap akidahnya serta masyarakat Islam. Kerena sadar keadaannya tak bakal mampu ikut berperang melawan musuh-musuh Allah SWT, Ummu Mahjan melakukan apa saja yang dapat dirinya kerjakan, walau hanya sebagai petugas kebersihan. Menjadi petugas kebersihan dinilainya sebagai tahap dari iman sebab kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Bagitulah semangat Ummu Mahjan. Walau usianya telah tua, ia tetap ingin melaksanakan tugas serta kewajiban sebagai seorang yang beriman serta bertakwa terhadap Allah SWT melewati hal-hal yang dianggap kecil. Ia sapu semua kotoran serta sampah yang ada di sekitaran masjid maka kebersihan masjid tetap terjaga. Saat itu masjid mempunyai peran yang sangat urgen dalam perjuangan Islam. Masjid menjadi tempat para berkumpulnya para pahlawan serta ulama dalam menegakkan agama Islam. Masjid ibarat pusat pemerintahan yang mengulas umat Islam dari masa ke masa.

Untuk itu, selagi masa hidupnya Ummu Mahjan bersemangat untuk membersihkan masjid. Sebab, hanya pekerjaan itulah yang dapat dirinya perbuat di usianya yang telah senja. (republika/hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel