Tim Pencari Fakta Telah di Berangkatan ke Tolikara

Tim pencari fakta (TPF) yang diberangkatkan oleh Komite Umat untuk Tolikara Papua bakal disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Papua.

"Sesuai rencana, tim pencari fakta yang terdiri dari tujuh orang bakal disambut oleh Menteri Agama pada pukul 09.00 Wita, Panglima TNI pada pukul 13.00 Wita, dan Kapolri pada pukul 15.00 Wita," kata Juru Bicara Komite Umat untuk Tolikara Papua Mustofa B. Nahrawadaya saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Mustofa berbicara tujuh anggota TPF yang dipimpin oleh Ustad Fadlan Garamatan tersebut diberangkatkan Selasa (21/7) tadi malam pukul 24.00 WIB. Fadlan Garamatan adalah tokoh dakwah yang telah memahami situasi sosial di Papua, sedangkan enam anggota TPF lainnya berlatar belakang ilmu, semacam forensik, kriminal dan sosial.

Tim Pencari Fakta
Pengiriman TPF ini, kata dia, bisa meluruskan kembali info dan kabar yang simpang siur, baik untuk masyarakat luas maupun jurnalis. "Informasi tak sedikit yang simpang siur dampak pembelokan opini dari kelompok tertentu. Mereka membantah bahwa surat yang ditandatangani oleh Ketua GIDI Tolikara tersebut adalah dokumen ilegal dan pembakaran masjid disebabkan ketidaksengajaan," ucap Mustofa.

Seluruh anggota TPF nantinya bakal menelusuri segala info sesuai kronologi, mulai dari keabsahan surat mengenai larangan memperingati Idul Fitri, larangan berlebaran, larangan mengenakan jilbab sampai pembakaran masjid dan ruko di Tolikara.

Mustofa membahas setidaknya ada tiga cara yang ditempuh oleh TPF, yakni mengumpulkan data-data mengenai kronologis dari awal peredaran surat sampai pembakaran terjadi, kemudian meneliti legalitas dan keabsahan surat-surat yang beredar dan mewawancarai berbagai sumber asli, semacam bupati, wali kota, polisi setempat dan masyarakat korban penembakan.

Pemberangkatan TPF adalah salah satu program kerja dari Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) yang telah terbentuk pada 19 Juli lalu di Jakarta. Komite tebentuk seusai terjadi pertemuan besar para tokoh nasional di antaranya Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Hidayat Nurwahid, Didin Hafidhuddin, Aries Mufti, Muhammad Zaitun Rasmin, dan Bahtiar Nasir sebagai Ketua Harian Komite. (antara/hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel