Manajemen Waktu Ala Rasulullah SAW

Alquran serta sunah sangat perhatian terhadap waktu dari beberapa segi serta dengan gambaran yang bermacam-macam. Allah SWT sudah bersumpah dengan waktu-waktu tertentu dalam beberapa surah Alquran, semacam al-Lail (waktu malam), an-Nahar (waktu siang), al-Fajr (waktu fajar), adh-Dhuha (waktu matahari sepenggalahan naik), al-‘Ashr (masa).

Sebagaimana firman Allah (QS al-Lail 92: 1-2; QS al-Fajr 89: 1-2; QS adh-Dhuha 93: 1-2; QS al-‘Ashr 103: 1-2). Ketika Allah SWT bersumpah dengan sesuatu dari makhluk-Nya, maka faktor itu menunjukkan urgensi serta kebesaran faktor tersebut. Serta supaya manusia mengalihkan perhatian mereka kepadanya sekaligus mengingatkan bakal kegunaaannya yang besar.

Rasulullah SAW pun sudah mengadukan bahwasanya waktu merupakan salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah terhadap hamba-Nya yang wajib disyukuri. Apabila tidak, nikmat tersebut bakal diangkat serta berangkat meninggalkan pemiliknya. Manifestasi dari syukur nikmat merupakan dengan mekegunaaankannya dalam ketaatan serta amal saleh. Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua nikmat yang tidak sedikit orang memenyesal padanya: waktu luang serta kesehatan." (HR Bukhari).

Ilustrasi Manajemen Waktu (startupbisnis)
Waktu luang merupakan salah satu nikmat yang tidak sedikit dilalaikan oleh manusia. Maka Kamu bakal menyaksikan mereka menyia-nyiakannya serta tidak mensyukurinya. Padahal Rasulullah SAW sudah bersabda, "Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu s ibukmu, serta masa hidupmu sebelum datang ajalmu." (HR Hakim dishahihkan oleh Al Albani).

Allah memberikan kita setiap hari "modal" waktu terhadap semua manusia merupakan sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, serta seterusnya. Ada tujuh poin rahasia manajemen "modal" waktu Nabi Muhammad. Dalam waktu 23 tahun beliau sudah membikin perubahan besar di Jazirah Arab. Faktor ini terjadi lantaran kerennya manajemen waktu Rasulullah.

Rahasia pertama merupakan shalat fardhu sebagai ajang membentuk watak serta tonggak ritme hidup. Umat Islam sudah membikin pemilahan waktu dalam sehari dengan jelas. Umat Islam mempunyai tips manajemen waktu jadi aktivitas kami bisa terprogram dengan baik.

Rahasia kedua, berpola pikir investasi, antimanajemen waktu instan. Maksudnya, jangan mengelola waktu dengan instan sebab bakal membikin kami malas dalam berproses. Persiapkan segala faktor untuk masa depan kita. Jadi kita bisa memetik hasilnya di kemudian hari. Rahasia ketiga, semakin produktif, jangan biarkan waktu terbuang percuma. Rahasia keempat merupakan gunakan aji mumpung selama ada peluang serta peluang.

Rahasia kelima merupakan jauhi sikap menunda-nunda. Rahasia keenam merupakan cepat namun jangan tergesa-gesa. Rahasia terakhir selalu melakukan evaluasi. Nyatanya beginilah Rasulullah memakai serta mengelola waktu, sungguh menghargai waktu serta tidak sempat menyia-nyiakannya dengan faktor yang tidak berguna. Semoga. (republika/hidayah.co)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel