Rumuskan Bandung Kota Agamis, Pemkot Andalkan Peran Ulama

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengungkap, pihaknya bakal menggandeng ulama dalam mengembangkan konsep Bandung kota agamis. Dalam perannya, Emil demikian sapaan akrabnya, meminta ulama membawa tema kejujuran disetiap ceramah atau saat khutbah Jumat. Tema ini dipilih, sebab warga Bandung dinilai masih berpersoalan dengan kejujuran. Ini, kata Emil, terkesan dari tidak sedikitnya masyarakat yang memalsukan Surat Keterangan Miskin (SKTM) supaya dapat memasukkan anaknnya ke sekolah negeri.


Selain itu, tetap tidak sedikit masyarakat yang membuang sampah ke sungai sebab tidak jujur. "Untuk mengkampanyekan kejujuran ini, ulama terbukti wajib dilibatkan," katanya. Dikatakan Emil, peran ulama ini lumayan manjur dalam menyadarkan masyarakat. Jadi, ulama wajib untuk dilibatkan.
Sebagai contoh saja, saat menyadarkan masyarakat mengenai kebersihan, Ia meminta Ketua MUI membawa tema soal kebersihan dalam setiap ceramahnya. "Alhamdulillah sekarang kebersihan telah baik makanya kami minta kelak ulama membawa tema jejujuran," katanya.

Selain itu, kata Emil, Ia berharap setiap sepekan sekali ulama menjadi pembina upacara. Sebab, anak-anak sekarang mempunyai kualitas-kualitas baru yang menurut ukuran kami tidak dapat diterima. "Saya keliling menjadi pembina upacara. Ke depan, saya harap ulama juga mau menjadi pembina upacara," katanya.

Sementara menurut Ketua FUUI, KH Athian Ali, Ia berharap Pemkot Bandung dapat semakin menciptakan masyarakat Bandung yang agamis. Oleh sebab itu, Pemkot terbukti wajib merumuskan "Kami bakal dukung semua upaya supaya suasana di Bandung dapat lebih islami," katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel