Sekjen PBB Mengecam Pembunuhan Bayi di Palestina

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon Jumat (31/7) mengutuk keras pembunuhan seorang bayi Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan, dan pada saat yang sama menyerukan supaya pelaku aksi teroris itu diseret ke pengadilan.

Bayi yang berumur 18 bulan meninggal dan tiga orang lagi menderita luka kritis pada Jumat dini hari, seusai rumah mereka di satu desa di tahap utara Tepi Barat dibakar orang yang diduga sebagai pemukim Yahudi.

Rumah di desa Duma, dekat Kota Nablus, dibakar Jumat dini hari, saat anggota keluarga sedang tidur. Corat-coret dalam bahasa Ibrani tertulis di tembok luar tentang "pembalasan."

Kedua orang tua sang bayi tersebut dan kakaknya --yang baru berumur empat tahun-- sama-sama terluka parah. Mereka diangkut dengan memakai helikopter untuk menjalani perawatan di rumah sakit Israel.

Momen itu adalah serangan terkurang baik oleh ekstrimis Israel sejak momen pembakaran hidup-hidup seorang pemuda Palestina di Jerusalem satu tahun yang lalu. Para pelaku saat itu hendak membalas penculikan kepada tiga pemuda Israel di Tepi Barat.


"Kegagalan semakin-menerus untuk dengan cara manjur menangani kekebalan hukum bagi pemukim yang berulangkali melakukan aksi kekerasan sudah mengdampakkan momen mengerikan yang melibatkan hilangnya nyawa anak yang tidak berdosa," demikian isi pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Ban.

Sehubungan dengan itu, Ban mendesak Israel dan Palestina supaya melakukan perbuatan untuk kembali ke jalur perdamaian, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Ban menyebutkan, "Tak-adanya proses politik dan kebijakan permukiman tidak sah Israel, dan praktek keras dan tidak butuh berupa penghancuran rumah orang Palestina, sudah menambah ekstremisme di kedua pihak."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel