Kemenag Gelar Lomba Kartun Santri Nusantara

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyelenggarakan Lomba dan Pameran Kartun Santri Nusantara. Agenda berskala internasional itu memperebutkan hadiah uang tunai dengan total Rp 200 juta. 

Direktur  Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen MM, membicarakan, kegiatan dimaksudkan sebagai ikhtiar menawarkan Islam yang santun. Faktor itu sekaligus untuk menunjukkan citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang positif dan menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas, santun, dan berakhlak.

“Melalui agenda ini, kita ingin mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menawarkan Islam yang rahmatan lilalamin. Adapun pemilihan media kartun dimaksudkan supaya pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami masyarakat,” ucap Mohsen di Jakarta, Kamis (03/09).

Kemenag Gelar Lomba Kartun Santri Nusantara

Lomba kartun membawa tema “Bernegara dan beragama yang santun berakhlak”. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan santri. Karya dibangun di atas kertas putih berkapasitas A3 (29 cm x 42 cm), dapat memakai teknik manual, olah digital, maupun campuran. Peserta boleh mengirimkan maksimal tiga karya. Karya-karya itu belum sempat memenangi kontes apapun. Bukti diri peserta berupa nama, alamat, e-mail, dan nomor kontak telepon dicantumkan di belakang karya. Khusus peserta kategori santri harus melampirkan gambarkopi kartu tanda santri pondok pesantren. 

“Lomba ini sifatnya internasional, terbuka untuk kartunis dari Indonesia dan mancanegara,” kata Mohsen. Karya dapat dikirim alias diantar langsung ke alamat: Panitia Lomba & Pameran Kartun Santri Nusantara, Ruang Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Lt. 6 Gedung Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta Pusat 10710. Pengiriman karya dapat dilakukan sejak info ini diumumkan hingga dengan batas akhir pengiriman karya pada Kamis, 5 November 2015, pukul 17.00 WIB. 

Seluruh karya yang masuk bakal dikualitas oleh dewan juri beranggotakan KH Ahmad Mustofa Bisri (Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin, Rembang), GM Sudharta (kartunis senior), Pramono R Pramujo (kartunis senior), dan Abdullah Ibnu Thalhah (Direktur Rumah Kartun Indonesia). Dewan juri bakal memilih 9 pemenang untuk setiap kategori. Para pemenang bakal dihubungi panitia via telepon /surat/e-mail. Pemkabarhuan dilaksanakan pada 10 November 2015 di situs ditpdpontren.kemenag.go.id, media cetak dan media sosial.

Setidak sedikit 100 karya bakal dipilih oleh kurator Kuss Indarto Sanjaya untuk dipamerkan. Pameran rencananya bakal dilaksanakan di Galeri Nasional Jakarta di bulan Desember mendatang. Panitia juga mengajak sejumlah tokoh untuk menjadi peserta kehormatan pameran. Mereka antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, D Zawawi Imron, GM Sudharta, Pramono R Pramujo, Prie GS, Koesnan Hoesie, dan lainnya. Di sela-sela pameran bakal digelar sarasehan “Islam dalam Kartun” dengan pembicara KH Ahmad Mustofa Bisri, Guru Besar Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Prof Abdul Hadi WM, dan kartunis senior Pramono R Pramujo

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel