Workshop Entrepreneurship di PTS Islam

Direktorat Pendidikan Tinggi Islam melalui Subdit Pengembangan Akademik menyelenggarakan Workshop Entrepreneurship Centre PTKI di Solo, workshop yang diikuti oleh 43 Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta se-Indonesia ini dimaksudkan untuk memberbagi wawasan entrepreneurship terhadap pengelola perguruan tinggi. Faktor mana entrepreneurship wajib menjadi concern serta mainstreaming di kalangan sivitas akademika.

Dalam agenda pembukaan workshop, Direktur pendidikan tinggi Islam, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA menegaskan pentingnya penerapan pendidikan Entrepreneurship. Sebab, inti dari entrepreneurship merupakan kreatifitas serta inovasi. Kami dituntut untuk semakin berpikir kreatif. Kalau butuh tridharma perguruan tinggi selagi ini diubah menjadi Fourdharma, yakni: Pendidikan serta pengajaran, Penelitian, Pengorbanan pada masyarakat, Entrepreneurship.

Salah satu contoh kreatifitas merupakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. KKN di berbagai perguruan tinggi telah diubah menjadi KKS (kukiah kerja sosial). Dalam KKS ini diperlukan kreatifitas mahasiswa dalam merespon kebutuhan masyarakat. Siapa tahu ada tak sedikit faktor alias permasalahan baru yang ditemukan dalam masyarakat yang belum sempat ditemukan dibangku kuliah. Lebih jauh, Direktur Diktis menekankan butuhnya memikirkan untuk implementasi kurikulum entrepreneurship dengan langkah membikin piloting program: Entrepreneurship class, Student career center, Public writing class (Untuk mahasiswa pakar menulis), Public speaking class (Ahli pidato).

Senada dengan Direktur, Kasubdit Pengembangan Akademik, Dr. Muhammad Zain membahas bahwa butuh deteksi dini untuk mengenal bakat mahasiswa. Bakat-bakat entrepreneurship mahasiswa diasah. Kalau mereka jadi, tentu mereka berterima kasih terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) tempat mereka studi. Oleh sebab itu, dalam rekruitmen mahasiswa baru sebaiknya telah diterapkan Apptitude test. Tes bakat serta pontensi diri mahasiswa sejak dini. Bahkan butuh mendirikan Student Career Centre. Supaya mahasiswa bisa mengembangkan bakat serta potensi dirinya, sebagai calon ilmuwan muda, penulis, wartawan, politisi, kyai, da pengusaha.

Sesungguhnya program ini mempunyai tujuan jangka panjang Untuk mencetak ilmuwan entrepereneurship. Semacam Imam abu Hanifah. Beliau di samping sebagai pakar fiqih, ulama sufi, juga sebagai pengusaha berhasil, demikian dipaparkan Kasubdit berdarah bugis ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel