Langkah Strategis Menag Untuk Penanganan Musibah Mina

Sesaat pasca musibah Mina yang terjadi pada Kamis (24/09) lalu. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Haj memimpin koordinasi Petugas Haji Indonesia untuk menentukan langkah-langkah strategis.

Langkahnya, membentuk tiga tim untuk mempercepat proses identifikasi jemaah haji Indonesia korban Mina. Pertama, tim pendataan jemaah haji yang dilaporkan belum kembali ke rombongan. Kedua, tim pencari jejak korban di rumah sakit Arab Saudi. Ketiga, tim identifikasi jenazah di Majma ath-Thawary bil-Muaishim (tempat pemulasaraan jenazah di muaishim).

Petugas Haji Indonesia juga menyediakan layanan hotline (+966543603154/Mekkah) serta Posko Info Mina di Jakarta. Kedua layanan info yang beroperasi 24 jam itu dimaksudkan untuk memastikan keluarga korban mendapatkan kemudahan jalan masuk info dengan cara seksama serta bisa dipertanggungjawabkan.

Langkah Strategis Menag Untuk Penanganan Musibah Mina


Tidak sekadar memimpin rapat, Menag Lukman bahkan turun ke lapangan untuk memastikan setiap cara penanganan krisis Mina tersebut berlangsung dengan cara optimal. Seusai turut memeriksa bukti diri mayat di tempat pemulasaraan jenazah di Muashim, Menag Lukman sukses menegosiasi otoritas setempat supaya memudahkanjalan masuk dalam proses identifitasi jenazah. Menag juga berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri serta Kapolri untuk mengulas pengiriman Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri guna mempercepat proses identifikasi.

Hingga hari ke-23 pasca kejadian, Petugas Haji Indonesia sukses mengidentifikasi 129 jenazah warga negara Indonesia. Jumlah itu terdiri dari 124 jenazah jemaah haji Indonesia serta 5 jenazah WNI yang bermukim di Arab Saudi. Menurut Arsyad, penemuan ini menandai beresnya proses identifikasi jenazah jemaah haji Indonesia korban Mina di tempat pemulasaraan jenazah Muaishim, Mekkah (Kemenag)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel