Muliakan Hak Anak









Ada tak sedikit orang yang hingga kali ini begitu mendambakan kehadiran buah hati, tetapi nyatanya Allah belum berkenan menganugerahinya. Tetapi, pada saat yang sama, belakangan ini, begitu mudah kami saksikan aksi kekerasan terhadap anak. Padahal, Islam sangat memuliakan hak serta kehadiran anak.

Islam begitu concern terhadap hak anak. Setidaknya ada lima hak anak yang harus terpenuhi dengan baik. Pertama, hak untuk memperoleh perlindungan. Anak-anak harus dilindungi keberadaannya. Kelahirannya harus disambut dengan riang serta dijauhkan dari segala bahaya serta ancaman.

Islam dalam Alquran surah Ali Imran [3] ayat 38 memberbagi inspirasi yang sangat berarti, jauh-jauh hari, terhadap para pasangan yang hendak menikah untuk berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku dari segi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." Kemudian, ketika tetap dalam kandungan, orang tuanya (ayah sertaibu) diperintahkan lagi supaya tak sedikit membaca Alquran serta berbuat kebaapabilan sambil semakin berdoa (QS Ibrahim [14]: 35; an-Naml [27]: 19; al-Ahqaf [46]: 15).

Kedua, hak untuk hidup serta bertumbuh kembang. Allah SWT berfirman, "Para bunda hendaklah menyusukan anak-anaknya selagi dua tahun penuh, yakni bagi mereka yang ingin menyempurnakan penyusuan." (QS al-Baqarah [2]: 233). Sejak tetap dalam kandungan, anak telah harus diasupi gizi yang paling baik supaya nanti ketika lahir bisa berlangsung normal.

Sampai kemudian bayi tersebut lahir, anak dianjurkan untuk segera diperdengarkan kumandang azan dengan andalan kualitas-kualitas tauhid terpatri dalam jiwanya semenjak lahir. Bayi pun kemudian harus diberbagi ASI supaya pertumbuhan serta perkembangannya optimal.

Ketiga, hak memperoleh pendidikan. Ketika anak semakin tumbuh serta berkembang, bagian selanjutnya mereka harus diberbagi pendidikan yang paling baik, khususnya mengenai penanaman kualitas budi pekerti serta akhlakul karimah. Nabi SAW bersabda, "Tidak ada pemberian seorang ayah yang lebih baik, tidak hanya dari budi pekerti yang luhur." (HR at-Tirmizi). orang tua merupakan cerminan anak. Orang tualah yang bakal menjadi guru pertama anak ketika di rumah. Orang tua yang harus lebih awal memberbagi keteladanan terhadap anaknya.

Keempat, hak memperoleh nafkah serta waris. Untuk tumbuh serta berkembang dengan baik, anak-anak butuh tak sedikit kebutuhan. Orang tua harus memberbagi nafkah terhadap anak-anaknya. Serta kelak, orang tua juga bisa memberbagi warisan terhadap anak-anaknya dengan adil. Nabi SAW bersabda, "Keharusan orang tua terhadap anaknya merupakan memberi nama yang baik, mengajarkan sopan santun, mengajari menulis, berenang serta memanah, memberbagi nafkah yang baik serta halal, serta mengawinkannya bila saatnya tiba." (HR Hakim).

Kelima, hak memperoleh perlakuan setara (tidak diskriminatif). Semua anak yang lahir ke dunia ini merupakan mulia, baik perempuan maupun laki-laki. Sebabnya, Islam sangat menjunjung tinggi hak hidup serta hak memperoleh perlakuan setara antara anak perempuan serta laki-laki.

Nabi SAW bersabda, "Samakanlah anak-anakmu dalam faktor pemberian. Apabila kalian hendak melebihkan salah seorang di antara mereka, lebihkanlah pemberian itu terhadap anak-anak perempuan." (HR at-Tabrani).

Senada dengan hadis tersebut, pada peluang lain Nabi SAW juga bersabda, "Sesungguhnya aku menekankan pada kalian perhatian yang lebih khusus terhadap hak dua orang lemah, yaitu anak yatim serta anak perempuan." (HR Ibnu Majjah). Wallahu a'lam.  (ROL)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel